Kawasan Argosari di malam hari
ramai dipenuhi geliat penjaja sajian khas gunungkidul dan berbagai kudapan ala
kaki lima. Tetapi ada yang berbeda saat tim Hanacaraka FM sebuah radio
komunitas yang mempelopori konsep Wonosari Kota Hijau bekerjasama dengan Angkringan
Kopas serta rekan Kabar Gunungkidul menyelenggarakan diskusi yang menarik.
Diskusi yang secara langsung disiarkan melalui 107.7 FM mengundang antusias
warga dan pada kesempatan itu hadir pula Bapak Wakil Bupati Gunungkidul Drs. Imawan, M.H. beserta Kapedal
Gunungkidul. Hal-hal yang mejadi kajian pada kesempatan malam itu berkaitan
tentang konsep Wonosari Kota Hijau yang diusung oleh Komunitas Hanacarka FM.
WKH dipaparkan langsung oleh Bapak Sularno selaku ketua sekaligus
memperkenalkan green link kepada para peserta diskusi maupun pendengar setia
radio. Green link adalah sebuah upaya untuk membangun kesadaran bersama melalui
jejaring internet mupun media sosial guna menyebar luaskan dukungan untuk
membangun konsep kota hijau. Bagi rekan-rekan semua dapat mengaksesnya via
ciptamedia.org/095/ untuk menjadi bagian awal dari pelestari lingkungan.
Isu-isu strategis juga menjadi bahasan diantaranya mengenai
Gunungkidul sebagai geopark nasional yang belum lama ini disampaikan oleh
Presiden RI kepad Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Usulan konsep Geopark saat
ini menunggu persetujuan oleh UNESCO untuk diakui secara internasional.
Rencananya april tahun ini akan dievaluasi akhir oleh pihak UNESCO untuk
menentukan kelayakan ekowisata yang sedang dikembangkan di Gunungkidul. Hasil
penilaian kriteria yang dibuat oleh UNESCO akan diumumkan sekitar November
2014. Sebanyak 11 Geosite yang diajukan antara lain Gunung Api Purba
Nglanggeran, Endapan Laut Miosen Awal Sambipitu, Goa Pindul, Goa Kali Suci,
Luweng Jomblang, Pantai Siung Wediombo, Lembah Purba Sadeng, Air Terjun
Bleberan “Sri Gethuk”, Goa Jlamprong dan Luweng Cokro. Status Geopark apabila
nantinya didapat maka akan semakin menarik investor berskala internasional
untuk pembangunan Gunungkidul yang tetap berwawasan lingkungan dan budaya.
“Konsep Geopark pegunungan karst ini juga akan melibatkan kerjasama berbagai
pihak terutama warga masyarakat yang menjadi inisiator obyek wisata beserta
komunitas penggiat lingkungan”, ungkap Bapak Imawan.

Komentar
Posting Komentar