Langsung ke konten utama

Postingan

Herbal: Sugesti Alam Yang Menyehatkan

Jauh sebelum ada profesi ahli kesehatan dengan sebutan dokter, kemudian tempat yang disebut rumah sakit, dan obat-obatan kimia, bagaimana orang-orang pada masa itu mendiagnosa penyakit dan mendapatkan pengobatan yang tepat? Pertanyaan tersebut sebagai gambaran dunia pengobatan dan kesehatan yang selalu berkembang. Nusantara di masa silam tidak dipungkiri memiliki peradaban yang tinggi termasuk dalam bidang kesehatan. Bentuk-bentuk perawatan seperti pijat, jamu, tanaman herbal dan ahli pengobatan seperti tabib maupun tanca telah ada. Terbukti sampai saat ini pijat dan jamu tetap eksis diantara pengobatan yang modern dengan teknologi mutakhir. Apabila menengok sedikit di masa walisongo jilid pertama yang merupakan utusa-utusan syiar dari kerajaan Rum (Iran) terdapat utusan yang memang ahli pengobatan yaitu Maulana Iskak. Kemudian pada era Majapahit saat Brawijaya V mengalami suatu penyakit kelamin, ahli pengobatan istana menyarankan untuk menikahi seorang gadis dari Champa. Peristiwa ...

Riset Sakjroning Urip, Sekolah Sampai Sadar

Banyak orang sekolahan, terpelajar, atau setidaknya pernah merasakan pendidikan dengan berbagai macam cara. Kalau di kampung-kampung jawa, ada taraf dan usia tertentu orang-orang tersebut akan dikenal sebagai para sesepuh pinisepuh dengan embel-embel gelar winasis. Entah standar dan kriterianya untuk menyebut seseorang dengan istilah tersebut. Bahkan kalau seandainya itu melalui mekanisme perasan-perasan yang banyak, berarti tidak sekedar punya kepandaian saja. Pada tataran itu, ia adalah seseorang yang dari kehadirannya saja sudah mampu membawa dan menebar kebahagiaan. Kebanyakan akan dipercaya untuk menduduki jabatan-jabatan luhur dan terhormat. Sampai-sampai ada kebiasaan ketika mau lewat di depan rumahnya saja dari jarak seratus meter sudah siap-siap merunduk. Apabila si empunya rumah sedang duduk di depan lalu menjawab ucapan permisi, bahagianya bukan main. Lebih-lebih kalau menyapa duluan, bisa jadi diobrolkan kemana-mana. “aku mau liwat daleme Pak Joko diaruhi.. woalah atase gu...

Percik Pemikiran Laboratorium Pendidikan Dasar Sanggar Anak Alam dan Catatan Pribadi Materi Perkuliahan

Memahami Anak Sekolah Dasar Sering kali dalam berbagai literasi tentang perkembangan anak ditampilkan pemikiran-pemikiran, konsep, teori, serta contoh implementasi mengenai pendidikan yang efektif pada lingkup formal. Padahal berbicara pendidikan dalam pemaknaan yang luas akan menyentuh berbagai dimensi seperti pendidikan non-formal, informal, bahkan pendidikan secara natural. Sementara pendidikan formal dimulai ketika anak memasuki masa sekolah dasar. Masa sekolah dasar ini dalam teori perkembangan merupakan bagian dari masa kanak-kanak akhir ( late childhood ). Istilah efektif yang sering digunakan tersebut apabila kita kaitkan dengan tingkat sekolah dasar rasanya masih menjadi aporia. Makna efektif yang seperti apa? Lalu bagaimana tingkat keefektifan selama ini? Apakah efektif hanya sekedar menjawab tantangan zaman saja? Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan identifikasi serta satu dasar yang jelas untuk menjawabnya. Tahapan-tahapan perkembangan kognitif yang dikemukakan ol...

Kerupuk “Bambung” dan Study Lab Bali (bagian 2)

Setelah menyelesaikan cerita bagian satu yang amburadul kohesi dan koherensinya, sepertinya menjadi hutang kalau catatan lain tidak saya narasikan. Atau saya bikin surat pernyataan tidak sanggup melanjutkan cerita, ditandatangani Ki Wangsa, agar sosok asli yang punya catatan juga merasa bertanggungjawab untuk menceritakan kembali. Sudut pandang saya begitu sempit dan sangat tidak sopan menggunakan istilah bambung. Tapi setidaknya kalau kerupuknya tidak kelihatan maka bambungnya sudah jelas. Nah, yang bikin bambung ya penulisnya jadi tidak usah ditanggepin serius-serius. Penulisnya liar, kelakuannya kadang amoral, kalau kata teman-teman ngopinya cangkeme ndodro . Jadi, mau bikin tulisan sebanyak apapun dan sampai jadi beberapa buku juga tidak akan pernah diterbitkan dan pasti tidak laku dipasaran. Tapi saya ini hanya berusaha jujur. Lha wong katanya Mbah Tedjo, “di Indonesia ini tidak ada sampah yang banyak orang-orang tak bermoral yang ngakunya bermoral, lha kalau bajingan ya ngaku...

Kerupuk "Bambung" dan Study Lab Bali (bagian 1)

Memulai tulisan ini tak ubahnya membalik lembar-lembar memori ke halaman sebelumnya. Di halaman ke berapa segmen cerita ini dimulai akan sangat sulit ditemukan. Ya, karena sampai saat ini kami belum tahu sedang membuat kisah roman, sekedar cerpen, atau hanya sajak-sajak singkat. Tetapi salah satu dari kami ternyata tak sengaja telah menyiapkan semacam catatan-catatan kecil. Katanya, lha wong aku ini cuma kerupuk di antara sajian makanan. Kerupuk saja kerupuk tidak jelas bentuknya, sedeng wadahnya , edan warnanya, kurang waras rasanya, bikin konslet kalau dimakan dan ditelan mentah-mentah. Dan semuanya sangat pas terakumulasi menjadi istilah kerupuk bambung . Tidak usah berbicara kandungan gizi, dari aromanya saja sudah tidak meyakinkan. Tetapi jangan salah aku ini tetap terlibat dalam setiap sajian, kadang sekedar penghias, diambil-digigit lalu dibuang, dicelup ke dalam kuah jadi lembek, atau nasib yang lebih mujur benar-benar dinikmati kerenyahannya. Namanya juga kerupuk nggak ...