Langsung ke konten utama

Postingan

Malu Sama Kucing

Kata seorang psikolog asal California Syekh Freger, peliharalah hewan untuk belajar mencintai. Ini bukan dalam artian menyamakan manusia dengan hewan tetapi berproses menuju belajar mencintai. Dimana kita melayani hewan kita tanpa mengharap balas jasa dari hewan peliharaan. Disitulah inti gambaran sebuah cinta melayani semua dengan tulus. Kami di rumah kebetulan mempunyai 2 ekor kucing berjenis persia dan himalaya. Keluarga kami memang senang dengan kucing, sampai-sampai kucing peliharaan ini dianggap sebagai anggota keluarga tambahan. Ada cerita belum lama ini tentang kelakuan kucing kami. Setiap hari ada waktu minimal 4-5 jam kucing dikeluarkan dari kandangnya. Saat dikeluarkan itu salah satu kucing sebut saja si item memanjat pagar depan rumah setinggi  1,2 m. Tak berapa lama sampai di pagar tetangga yang lebih tinggi dan terus naik sampai akhirnya lepas dari pandangan saya. Sore hari waktunya memberi makan tetapi si item belum juga kembali dan setelah saya cari ada di atas...

Belajar Dari Gelas

Belajar saat ini bukan berusaha mencari masalah tetapi malah kadang takut menghadapi masalah. Sehingga belajar hasilnya bukan menyelesaikan persoalan hanya menghindar dari permasalahan bahkan muncul permasalahan baru. Kira-kira seperti itu gambaran umumnya tentang belajar akhir-akhir ini. Keadaan ini tak lain akibat sudut pandang belajar yang menyempit yaitu terbatas belajar adalah sekolah. Padahal belajar itu semenjak lahir hingga mati karena belajar yang sesungguhnya melibatkan pikiran, perasaan, dan perbuatan selama hidup. Adanya belajar yang berpandangan hanya ruang sekolah akibatnya terfokus pada kemampuan menguasai ilmu-ilmu yang sudah cendurung terpisah-pisahkan. Selain itu para pelaku belajar akhirnya menjadi objek bulan-bulanan untuk menampung ini dan itu dengan terpaksa. Belajar tak ubahnya memindahkan pengetahuan saja yang bersifat hafalan dan dengar. Tidak terjadi sistem dialog sehingga ada anggapan guru segalanya dan murid kosong belaka. Anak yang belajar pun terbiasa...

Kantornya Hati Nurani

Berbicara soal kantor ada cerita unik. Ibu saya setiap pulang kerja sering mengajak ngobrol tentang perusahaan tempat beliau bekerja sampai saat ini. Ibu saya ini tergolong karyawan baru, setelah sekian lama menggeluti dunia wiraswasta akhirnya malah bekerja di perusahaan. Di kantor tempat ibu saya bekerja sedang ada perubahan bentuk dari perusahan ke perseroan. Perubahan itu ternyata menimbulkan beberapa permasalahan di kalangan karyawan. Mungkin semacam terkejut dengan sistem baru yang tidak biasa. Perubahan yang terjadi ini karena terbentur aturan bahwa perusahaan dengan kriteria tertentu dan aset yang dimiliki harus bertrnasformasi menjadi sebuah perseroan. Dengan perseroan maka dikenalah ada direksi bukan lagi perusahaan yang urusan perkantorannya dipegang sendiri oleh si owner. Ibu saya menceritakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi karyawan seperti aturan kontrak kerja dan berbagai atribut lainnya. Misalnya saat dipegang langsung oleh pemilik pengelolaan lebih bersifa...

Ada Sosmed

Berbagai aplikasi untuk berinteraksi tidak langsung mulai di kenal luas masyarakat kita sekitar tahun 2003. Dahulu masih berupa aplikasi terbatas untuk mengirim pesan, obrolan atau chatting . Dalam perkembangannya munculah fasilitas-fasilitas baru yang kemudian dikenal dengan chat and share . Pada awalnya memang adanya berbagai fasilitas ini sangat membantu untuk aktivitas tertentu. Saat sudah mulai merambah masyarakat luas dengan diperkenalkannya smartphone dunia sosmed menjadi bentuk gaya hidup baru. Tidak dipungkiri sosial media memang sangat membantu kita dalam menjalin hubungan apalagi pelaku bisnis saat ini. Transaksi elektronik memang lebih diminati karena dirasa lebih praktis, mudah, dan menghemat biaya. Saat ini pun uang elektronik lebih diminati. Namun tidak jarang juga peluang-peluang terjadinya tindak penipuan marak terjadi. Akhir-akhir ini yang banyak kita temui adalah bentuk penyalahgunaan sosial media berkaitan dengan konten. Entah berbentuk penghinaan, perang st...

Kere Ngambrukake Bale

Setiap hari ada saja kabar aneh-aneh terjadi di sekeliling kita. Termasuk kabarnya kere-kere yang masih bisa tertawa di keadaan yang serba terhimpit. Tawa kebahagiaan yang tulus bentuk kebersamaan sesama kere. Bagi saya kere tidak masalah. Kere itu tidak memalukan, kere juga tidak butuh bantuan dan santunan. Yang selama ini dapat bantuan dan santunan kan yang miskin dan tidak mampu. Kalau ada yang tanya, bukannya kere, miskin, dan tidak mampu itu sama saja? Jawabannya berbeda. Walaupun ada paribasan kere munggah bale yang bisa dimaknai naik kelas dari hidup kecingkrangan menjadi berkecukupan (OKB), kere tidaklah seperti itu. Kere itu malah jauh dari keinginan munggah bale . Sementara miskin dan tidak mampu ini hidupnya kekurangan dan merasa kurang. Contohnya malah bukan rakyat atau wong cilik tetapi seringnya penyakit kekurangan dan merasa kurang ini menyerang para pejabat dan konglomerat. Bukti sederhananya siapa yang suka korupsi, ngecu , maling duitnya orang kecil? Sudahlah...
Ndonya iki opo-opone uwis sarwo diatur, nek kowe dewe sing ngatur jelas wes bubrah langkrah kabeh kukut seko ndonya. Ndherek kersaning Gusti kuwi dalan sing paling kepenak.. Ngono wae kok bingung jempalikan nyroboti liyane.. Oalah thole-thole cah bagus, genduk-genduk cah ayu..

Negara Bangsa (Part II) : "Negara Setengah Bercanda"

Orang hidup itu harus bisa bercanda kalau tidak bisa mending mati saja. Kira-kira seperti itu hidup ini karena manusia pastilah membutuhkan yang namanya penghibur dan panglipur . Tetapi ada lho hiburan yang malah sama sekali tidak menghibur, seperti bercandanya negara. Mengurus negara dan mengelola segala sumber dayanya itu tidak sekedar khayalan yang ditempatkan pada kenyataan. Perencanaan dan konsep harus matang. Jadi, kalau hanya rumangsa bisa dan gembelengan tanpa kemampuan yang mumpuni sangatlah berbahaya. Pengelola dan pengurus negara itu seharusnya memiliki spesialisasi-spesialisasi kemampuan tidak hanya profesional di satu bidang saja. Maka yang merasa bisa mengelola akhirnya nampak seperti orang bercanda tetapi tidak menghibur sama sekali. Tentu bukan jayuz atau garing karena bercandanya ini masih bisa membuat tertawa kalangan tertentu. Negara adalah istilah untuk komunitas besar menyatakan bentuk tertentu. Jika membicarakan negara kita ini dilimpahi wilayah sangat luas, ...