Langsung ke konten utama

Postingan

MENCARI MAKNA TEKS PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

A.     Pendahulauan Seringkali Indonesia dipahami sebagai negara bangsa yang baru saja lahir di tahun 1945. Padahal jika melihat lebih luas dan lebih menelaah ke belakang sejatinya Indonesia yang lahir 1945 adalah sebuah konsep kenegaraan, sementara negara bangsa ini sudah ada jauh sebelumnya. Pada Hari Jumat Tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta terjadi peristiwa proklamasi sebagai tonggak baru perjalanan negara bangsa. Proklamasi kemerdekaan menjadi cita-cita segenap bangsa untuk mewujudkan negara berdaulat yang lepas dari belenggu kolonialisme dan imperialisme. Gegap gempita dan gaung semangat proklamasi itu seolah tak pernah padam hingga NKRI menginjak usia yang ke-70 tahun saat ini. Namun kiranya prokalamasi perlu digali kembali maknanya dari sudut pandang yang berbeda agar kedepan teks yang dibacakan oleh Proklamator Ir. Sukarno dan didampingi Moh. Hatta ini tidak sekedar bacaan rutinitas tahunan belaka. Harus ada keberanian untuk ...

PERSEPSI LINGKUNGAN TERHADAP KEUNTUNGAN LETAK GEOGRAFIS INDONESIA

A.     Pendahuluan Masyarakat Indonesia bisa dikatakan sebagai ilmuwan dalam bidang geografi. Dikatakan demikian karena masyarakat kita sesungguhnya sangat memahami keadaan lingkungannya semenjak masa-masa yang lalu bahkan mungkin sebelum istilah studi geografi itu sendiri ada. Banyak bukti-bukti seperti pembagian wilayah, tata ruang, mata pencaharian, mengenali kontur wilayah bahkan tanda-tanda adanya aktivitas periodik alami dan lain sebaginya. Geografi memang sebagian besar membicarakan mengenai manusia dan lingkungan hidupnya. Namun geografi lebih dari sekedar membicarakan nama tempat dan lokasi-lokasi yang dapat dikenali melalui ordinat tertentu. Begitu banyaknya cakupan geografi itu terungkap dari beberapa pendapat salah satunya oleh Getis dan Fellmann. Geographer focus on the interaction of people and social groups with their environment, planet Earth and with each other ; the seek understand how and why physical environment and cultural spatial patterns env...

Sepakbola Indonesia dan PSSI Perjuangan

Sepakbola sejatinya hanyalah sebuah permainan. Dimana sebuah tim beranggotakan sebelas orang pemain akan menghadapi kesebelasan yang lainnya. Tetapi sepakbola menjadi permainan berfilosofi. Menjadi bagian dari olahraga yang akhirnya membentuk identitas dan kebanggaan bagi pelaku dan penikmatnya. Kisruh sepakbola nasional yang belakangan ini kembali memanas hingga berbuntut sanksi dari induk organisasi internasional FIFA cukup menyita perhatian. Tidak dipungkiri dampak sanksi tentu akan mempengaruhi segala kegiatan persepakbolaan nasional dan segala atributnya. Banyak kerugian yang harus ditanggung khususnya pelaku di industri sepakbola utamanya pemain. Memang kompetisi tetap bisa berjalan namun ternyata intervensi pemerintah berlanjut dengan adanya larangan PT Liga Indonesia untuk menyelenggarakan event. Pihak Kemenpora memerintahkan pada setiap kepala daerah dan kepolisian untuk tidak melayani segala keperluan PSSI. Walhasil tidak ada pilihan lain dari PSSI selain menghentik...

Katik Le Jamak

Secara tidak sengaja pernahkah mengungkapkan kata tetapi orang lain yang men jadi lawan bicara tidak begitu paham atau barangkali sebaliknya. Ada varian bahasa dari komunitas masyarakat tertentu atau dialek-dialek khas. Aksen-aksen yang terucap pun menjadi asing dan tak gampang ditirukan. Seperti katik le jamak yang maksudnya kok ya kebangetan. Kalaupun diurai dari kata per kata yang tersusun maka sulit mencari maksudnya. Lebih-lebih dalam bentuk frasanya dan yang sama sekali tidak paham Bahasa Jawa . Dialek beragam yang akan banyak ditemui dalam masyarakat heterogen. Sebuah fenomena yang sering kita dapati di lingkungan perkotaan , dimana orang dari berbagai daerah yang beragam bertemu . Mungkin beberapa tidak menyadari mempraktikan bahasa daerahnya dalam keseharian di sela-sela obrolan menggunakan Bahasa Indonesia . Jika memandang kritis dengan fakta ini maka kita bisa memasuki suatu pola perkembangan sosial kemasyarakatan. Pandangan tentang evolusi tatanan kehidupan da...

Sri Mengungkap Samar

Memahami pola pemikiran masyarakat Jawa klasik yang sederhana tidaklah mudah. Karena tidak cukup hanya pemahaman, yang diperlukan sampai pada tataran bentuk laku yang sudah menjadi praktik kebiasaan. Dalam sisi kosmologis manusia Jawa selalu berusaha mewujudkan harmonisasi kehidupan baik dalam artian jagad ageng maupun jagad alit tertampung dalam istilah memayu hayuning bawana , bawana ageng dan juga bhuwana alit . Kesadaran alam semesta dan pribadi sebagai semesta kecil. Atas dasar inilah kejawen lebih dekat kepada paham-paham sufiisme dan tasawuf. Kegiatan-kegiatan sufiistik dan upaya-upaya laku pembersihan jiwa batiniyah terangkum dalam kearifan lokal yang begitu kaya. Muqqadimah di atas pun sengaja diungkapkan sebagai upaya untuk membuat dasar pemikiran dari sudut pandang masyarakat Jawa. Itu hanya gambaran yang masih begitu umum belum masuk pada tataran bab dan sub bab disertai perasan-perasan ilmu kesempurnaan dalam istilah kejawen. Harmonisasi kehidupan kepada kesadaran k...

Syukurlah Kita Masih Setengah-Setengah

Rasanya bahagia sekali. Bukan lagi sekedar ibarat mendapatkan durian runtuh, boleh jadi runtuh sekalian pohon, lahan, dan sertifikatnya. Bersyukur yang tiada habis melewati, meniti, mengarungi apa-apa saja yang telah terjadi. Walaupun satu dan dua hal ini serba setengah-setengah. Setengah bukanlah keragu-raguan. Setengah tidak berkaitan mantap atau tidak mantap. Ini hanya setengah sadar dan tidak sadar. Barangkali setengah bisa menikmati, setengah tidak begitu menyukai. Bolehlah di wilayah ini dua kubu sengit berdebat, bertukar pendapat, dan mencari sebab akibat. Tetapi masing-masing hanya akan melupakan setengah yang lain atau malah menyingkirkan setengah yang lainnya lagi. Seharusnya kita ini sudah memperoleh kenyamanan, ketentraman, dan kesejahteraan. Tiba-tiba dikejutkan dengan peristiwa yang ternyata menyita setengah waktu hari-hari kita. Menghabiskan setengah tenaga tubuh-tubuh kita. Menguras setengah pikir di kepala kita. Atau barang kali sudah memberangus setengah perasaan...

Karaeng Galesong: Akankah Sejarah Terulang?

Setelah wafatnya Sultan Agung, Arya Mataram naik tahta dengan gelar Prabu Amangkurat I. Akan tetapi keberpihkan Amangkurat dengan VOC saat itu tidak membuat rayi dalem yaitu Pangeran Alit senang. Maka ada rencana kudeta terhadap pemerintahan Mataram. Tetapi penyerangan yang dilakukan Pangeran Alit santer terdengar. Ketika Pangeran Alit dan pasukan hampir menyerang Mataram dicegah oleh Adipati Sampang. Pangeran Alit murka kemudian membunuh Adipati Sampang, hal ini memicu orang-orang Madura yang tidak terima atas terbunuhnya Adipati Sampang. Naas kisah berakhir dengan pembalasan berakibat terbunuhnya Pangeran Alit. Kalau beberapa waktu ini saya mendengar istilah ontran-ontran yang ditujukan kepada Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, rasanya jadi ingin ikut berpendapat. Saya lebih suka menganalogikan dengan sejarah yang pernah dialami Mataram di masa lalu. Ontran-ontran , kekacauan, huru-hara, chaos , atau mau disebut apapun tidaklah begitu penting. Itu hanya anggapan kita sebaga...