Langsung ke konten utama

Postingan

Kerupuk “Bambung” dan Study Lab Bali (bagian 2)

Setelah menyelesaikan cerita bagian satu yang amburadul kohesi dan koherensinya, sepertinya menjadi hutang kalau catatan lain tidak saya narasikan. Atau saya bikin surat pernyataan tidak sanggup melanjutkan cerita, ditandatangani Ki Wangsa, agar sosok asli yang punya catatan juga merasa bertanggungjawab untuk menceritakan kembali. Sudut pandang saya begitu sempit dan sangat tidak sopan menggunakan istilah bambung. Tapi setidaknya kalau kerupuknya tidak kelihatan maka bambungnya sudah jelas. Nah, yang bikin bambung ya penulisnya jadi tidak usah ditanggepin serius-serius. Penulisnya liar, kelakuannya kadang amoral, kalau kata teman-teman ngopinya cangkeme ndodro . Jadi, mau bikin tulisan sebanyak apapun dan sampai jadi beberapa buku juga tidak akan pernah diterbitkan dan pasti tidak laku dipasaran. Tapi saya ini hanya berusaha jujur. Lha wong katanya Mbah Tedjo, “di Indonesia ini tidak ada sampah yang banyak orang-orang tak bermoral yang ngakunya bermoral, lha kalau bajingan ya ngaku...

Kerupuk "Bambung" dan Study Lab Bali (bagian 1)

Memulai tulisan ini tak ubahnya membalik lembar-lembar memori ke halaman sebelumnya. Di halaman ke berapa segmen cerita ini dimulai akan sangat sulit ditemukan. Ya, karena sampai saat ini kami belum tahu sedang membuat kisah roman, sekedar cerpen, atau hanya sajak-sajak singkat. Tetapi salah satu dari kami ternyata tak sengaja telah menyiapkan semacam catatan-catatan kecil. Katanya, lha wong aku ini cuma kerupuk di antara sajian makanan. Kerupuk saja kerupuk tidak jelas bentuknya, sedeng wadahnya , edan warnanya, kurang waras rasanya, bikin konslet kalau dimakan dan ditelan mentah-mentah. Dan semuanya sangat pas terakumulasi menjadi istilah kerupuk bambung . Tidak usah berbicara kandungan gizi, dari aromanya saja sudah tidak meyakinkan. Tetapi jangan salah aku ini tetap terlibat dalam setiap sajian, kadang sekedar penghias, diambil-digigit lalu dibuang, dicelup ke dalam kuah jadi lembek, atau nasib yang lebih mujur benar-benar dinikmati kerenyahannya. Namanya juga kerupuk nggak ...

Kita Lahir Dari Gerakan

Manusia hidup dalam keadaan yang serba dinamis. Pergerakan dan ketidakpastian mewarnai perjalanan panjang peradaban manusia. Arus pergerakan sudah sangat akrab dengan sendi-sendi kehidupan. Ia kekuatan yang mendarah daging, mengalir seiring dengan ketukan denyut nadi. Ia pun tumbuh menjadi jenis-jenis pribadi yang sangat tidak terduga. Di satu sisi berhasil melahirkan keyakinan beserta antitesanya untuk mempertanyakan sehingga tumbuhnya ketidakpastian itu menjadi hal lumrah. Dari sudut pandang yang lain berhasil dibungkus dengan dalil bertenaga magis, berkekuatan daya internal dan muncul pada wilayah-wilayah wahyu, ilham, intuisi, wangsit, wisik. Sampai hari ini beberapa kekuatan itu masih pada taraf kebenaran terbaik tetapi pada kenyataanya juga terjadi ketidakpastian lantaran perilaku yang kaku menafsirkan kekuatan tersebut. Kita seharusnya bersyukur dilahirkan untuk jadi bagian orang-orang di muka bumi dengan kekuatan internal luar biasa. Tetapi juga jangan terlampau bangga ka...

KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN

A.     Pendahuluan Indonesia termasuk dalam salah satu negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia. Indonesia menempati urutan ke-4 dalam hal jumlah populasinya yaitu dibawah Amerika Serikat, Tiongkok, dan India. Ada sekitar 240 juta jiwa yang tahun demi tahun cenderung mengalami kenaikan jumlah. Keadaan ini memerlukan pengelolaan yang tidak sederhana dalam berbagai aspek kehidupan. Adanya penduduk ini menghasilkan berbagai macam studi. Berangkat dari mempelajari karakteristik, komposisi, serta kedudukan dan fungsi dari adanya penduduk akan mengarahan kita pada objek yang begitu kompleks. Kependudukan ini juga bukan sekedar tinjauan jumlah saja melainkan  lingkungan tempat tinggalnya menjadi faktor yang cukup berpengaruh. Problematika kependudukan adalah bentuk imbas dari interaksi individu terhadap lingkungannya. Penduduk memiliki kecenderungan perubahan yang dinamis baik secara lambat maupun cepat, drastis, ataupun radikal. Perubahan-perubahan yang mu...

GLOBALISASI DAN KEARIFAN LOKAL

A.     Pendahuluan Sepanjang sejarah kehidupan manusia selalu terjadi ketidakpuasan dari satu sistem ke sistem lainnya. Dalam setiap hal-hal baru yang muncul, selau diikuti pula sisi perlawanan atau bersebrangan. Hal itu memang wajar untuk tetap menjaga keseimbangan. Sebuah mekanisme yang menjadikan semua teratur tanpa ada pihak maupun kelompok yang mendominasi. Sehingga manusia sangat dinamis dalam menentukan perubahan. Tetapi akibatnya muncul dominasi yang berubah-ubah atau usaha untuk menduduki posisi tertentu. Ada kesimbangan tetapi ada fase ketidakstabilan dari masa transisi. Atau barangkali membutuhkan fase kehancuran untuk bangkit pada titik yang lain. Selesai dengan hal yang terdahulu kemudian bangkit dengan sisa-sisa pengetahuan untuk menciptakan keadaan yang baru. Secara teoritis disebut konsep dari chaos menjadi cosmos. Telaah sederhana tadi menjadi gambaran proses sampai ditemukannya istilah yang kita dengar saat ini yaitu globalisasi. Terdapat unsur kat...

Cegah MTMA Jadi Partai

Singkatan MTMA sepertinya sudah kadung mewarnai hari-hari kita. Acara televisi yang digandrungi kaum muda ini begitu cepat diterima sampai-sampai gaya-gaya khasnnya menjadi trend. Memang sejak maraknya acara-acara bertemakan petualangan di alam tidak pernah sepi penggemar. Tetapi ada yang berbeda dengan hadirnya MTMA di kotak persegi ajaib rumah-rumah kita. Munculnya beberapa film bergenre petualangan di alam juga mempengaruhi banyak pemirsanya. Seingat saya pendakian gunung itu bukan jenis kegiatan yang familier dan digemari. Hanya saja sejak ada film lokal tentang petualangan di gunung ini, banyak muncul pendaki-pendaki baru yang lagaknya sudah profesional. Padahal itu semua tak lebih dari efek reaksi spontan. Kita tentu patut bangga dengan anak-anak muda yang belakangan gandrung dengan keindahan alam negaranya. Ditengah terjangan badai alay, cabe-cabean, dan terong-terongan (embuh ya, itu sebenarnya apa?). Mungkin tanpa adanya acara-acara tersebut hal yang mengguggah semangat m...

Memangnya Kalau Pejabat Tidak "Ngising"

Kata-kata dari seorang tukang sedot wc ini mungkin perlu diperhatikan. “Kok aneh-aneh wae saiki, nek wes dadi uwong terus rumangsane ora iso kedemok sing reget-reget”, kata tukang sedot wc. “Maksudmu kepiye?” “Lha opo nek  wong gedhe  kelase pejabat terus ora ngising .” Lantas saya jadi mulai berpikir dari obrolan bapak-bapak yang sedang nguras septic tank di rumah ini maksudnya apa? Pejabat sudah tidak sempat buang air, kurang sehat lantaran makanannya junk food , atau kotor dan ngising ini konotasi macam apa. Saya cari korelasinya. Tidak sengaja kok kesaruan pikiran ini ketemu sambungannya . Setelah membaca artikel kesehatan yang membahas metabolisme tubuh meliputi mekanisme input dan output kemudian jadilah opini awur-awuran ini. Saya pernah dapat pertanyaan “kenapa makan kalau toh nantinya juga lapar lagi?” tetapi coba kalau pertanyaannya jadi “kenapa harus bab kalau toh besuk juga bab lagi?” Apa iya anda tidak mau bab? Sebut saja mangan, turu, ngising ini ...